Jumat, 24 Februari 2012

Mengurai Sejarah Ekonomi Islam




9 Mei 2011 | 14:57Diterbitkan oleh: Hernoe
Mengurai Sejarah Ekonomi Islam
Judul Buku: Jejak Langkah Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
Penulis: Drs. Nur Chamid, MM
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Oktober 2010
Tebal: xxiii + 439 halaman
Peresensi: Supriyadi*)
Dewasa ini, menjamurnya berbagai bank syariah menjadi hal yang tidak asing lagi dan cukup membantu serta memudahkan rakyat. Tidak hanya secara fungsional, secara struktural kemunculan bank syariah merupakan sebuah tanda teraplikasinya pemikiran ekonomi Islam. Meskipun dalam masa sekarang ini, pemikiran ekonomi Islam tidak menjadi perbincangan yang banyak diminati sebagai studi ilmu pengetahuan modern.
Drs. Nur Chamid, MM dalam bukunya yang berjudul “Jejak Langkah Sejarah Pemikiran Perekonomian Islam” memaparkan secara mendetail perihal pemikiran ekonomi Islam, baik dari sisi sejarah, tokoh, maupun periodisasinya. Sebagai sebuah studi ilmu modern dan mencoba diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar terkesan islami, pemikiran ekonomi Islam ternyata sudah melalui sejarah yang panjang.
Dalam sejarahnya, ilmu ekonomi Islam muncul sekitar pada tahun 1970-an. Namun demikian, sejarah pemikiran tentang ekonomi Islam tersebut sudah jauh sebelum itu hingga berujung pada masa Nabi Muhammad saw. Pemikiran ekonomi Islam yang bersumber dari sumber-sumber hukum Islam (mashadir al-tasyri’) telah mengemuka dan teraplikasi pertama kali pada masa Nabi Muhammad saw di Arab. Kemudian dari masa tersebut, terjadi perkembangan seiring semakin meluas dan menguatnya imperium Islam.
Pada mulanya, pemikiran ekonomi Islam bukan menjadi sebuah studi ilmu melainkan aplikasi dari ajaran agama Islam. Di lingkungan Arab yang pada masa itu terjadi dekadensi moral, mulanya ajaran Islam yang tergolong dalam mu’amalah menjadi landasan utama dalam mengkonstruksi ekonomi dan moral. Seperti larangan berbuat riba dan menganjurkan jual beli merupakan salah satu ajaran Islam yang berusaha untuk membangun moral kejujuran dan adil sekaligus membangun ekonomi yang islami.
Islam sebagai sebuah agama, dalam aplikasinya juga menjadi kontrol moral dan ekonomi, bahkan politik. Hal itu tercermin dalam mengontrol kehidupan orang-orang Arab pada masa itu. Konstruksi masyarakat madani di kota Madinah menjadi tonggak awal kepemerintahan Islam yang juga sangat memerhatikan perihal perekonomian.
Pada masa tersebut, kebijakan fiskal pun mulai diaplikasikan. Keuangan dan pajak juga mewarnai perekonomian Islam. Hingga perkembangannya jauh melesat kepada sistem perekonomian yang terstruktur dan terorganisir secara teratur.
Hingga pada masa kini, pemikiran ekonomi Islam mencoba dibangkitkan kembali. Di tengah sistem pasar bebas yang mengancam perekonomian negara, kapitalisme yang menyengsarakan kelas proletar, dan situasi pasar serta ekonomi yang pasang surut, barang kali sistem ekonomi Islam bisa membantu rakyat yang kesulitan dalam hal kesejahteraan.
Tidak hanya itu, kejelasan dalam sistem ekonomi Islam adalah faktor halal dan haram suatu harta. Umat Islam yang tekun dalam ke-islam-annya, tentunya akan mempertanyakan hal itu. Tidak hanya demikian, faktor halal dan haram menjadi prioritas utama karena hal itu dirasa sangat berpengaruh pada unsur ruhaniyah dan jasmaniyah manusia secara teologis.
Dari periodisasi pemikiran ekonomi Islam pun telah melewati berbagai masa. Masa Nabi Muhammad saw merupakan periode kelahiran pemikiran ekonomi Islam. Setelah itu, pemikiran ekonomi Islam melewati masa pasca Nabi Muhammad saw hingga Islam menyebar ke berbagai penjuru.
Tokoh-tokoh pemikiran ekonomi Islam pada masa lampau meliputi para sahabat Nabi, ulama’, dan para cendekiawan muslim lainnya yang sangat berpengaruh. Hingga sekarang, pemikiran ekonomi Islam diteruskan oleh tokoh-tokoh kontemporer.
Pemikiran antara tokoh yang satu dengan yang lain pun juga tidaklah seragam, melainkan perbedaan tetap menjadi karakter pemikiran masing-masing. Apalagi dalam perkembangannya, ekonomi Islam telah melewati beragam realitas dan perbedaan kultur.
Dengan membaca buku yang berjudul “Jejak Langkah Sejarah Pemikiran Perekonomian Islam”, para pembaca diajak untuk menyelami sejarah pemikiran ekonomi Islam sebagai sebuah studi ilmu pengetahuan modern yang sekarang begitu jarang diperbincangkan. Ilmu ekonomi Islam yang muncul pada sekitar 1970-an, ternyata dalam pemikirannya telah berawal semenjak agama Islam itu lahir.
Buku setebal 439 halaman tersebut, secara jeli dan lugas memaparkan sejarah pemikiran ekonomi Islam dari masa kelahirannya hingga sekarang beserta para tokohnya. Dewasa ini, pemikiran ekonomi Islam sebenarnya kurang berpengaruh dan semakin diabaikan karena maraknya pemikiran ekonomi kapitalisme yang sangat menguntungkan sekaligus menjadi bencana. Oleh karenanya, pemikiran ekonomi Islam kurang dikenal oleh khalayak banyak. Dengan buku ini, penulis buku telah turut memperkenalkan pemikiran ekonomi Islam kepada para pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar